Tuesday, 31 July 2012

GENGGAM DUNIA DENGAN INFORMASI

GENGGAM DUNIA DENGAN INFORMASI


Saat ini teknologi informasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Semua aspek kehidupan telah memanfaatkan revolusi teknologi. Informasi begitu cepat tersebar dengan bantuan internet. Internet merupakan suatu media jelajah yang dapat diakses dan di telusuri tanpa terbatas oleh waktu. Kapanpun, siapapun, dimanapun, kita dapat menggunakan media ini baik untuk kepentingan pendidikan, usaha, pekerjaan, hiburan, penambah wawasan, hubungan sosial, mencari informasi atau sebagai media belajar baik secara lisan, tulisan maupun audio. Semua hal tersebut bisa didapat melalui internet. Di dunia teknologi informasi, dikenal adanya istilah masyarakat informasi. Information Society atau masyarakat informasi adalah sebuah istilah yang digunakan dalam mendeskripsikan keadaan masyarakat sosial dan ekonomi yang mampu menggunakan bahkan memanfaatkan perkembangan ICT’s (Information And Communication Technologies).

ardyutomo25.blogspot.com

Dampak dari perkembangan teknologi infomasi dan komunikasi yang pesat ini telah mentransformasi aktivitas ekonomi dan sosial dimana perkembangannya mampu mengatasi tantangan-tantangan tradisional. Bagi masyarakat pelaku ekonomi kecil misalnya, ICT memungkinkan pengembangan jaringan ekonominya secara global berbasis pada inovasi dan kemampuan kompetitifnya. Dalam masyarakat informasi orang akan mendapatkan keuntungan penuh dari teknologi baru dalam segala aspek kehidupan, Misalnya: ATM untuk penarikan tunai dan pelayan perbankan lainnya, telepon genggam(handphone), televisi kabel, dan layanan-layanan dari internet seperti social media, social network, e-mail, mailing list, serta komunitas maya (virtual community) lainnya. Dengan demikian kita bisa melihat bahwa ICT memiliki implikasi pada segi hidup kita. ICT telah mengubah cara kita melakukan bisnis kita, cara kita belajar, bahkan cara kita memanfaatkan waktu luang kita.

Ini merupakan bukti bahwa peran informasi dan komunikasi di era global saat ini tidak terelakkan lagi. Dalam kehidupan sehari-hari saja, dapat dirasakan begitu pentingnya informasi dan komunikasi dilakukan dan didapatkan. Sehari saja tertinggal informasi, rasanya menjadi seperti orang linglung, bodoh dan tak tahu apa-apa. informasi dan komunikasi memegang peranan strategis, siapa yang berhasil menguasainya berarti dia telah menggenggam dunia. Informasi saat ini sudah seperti udara dan air saja, sudah menjadi kebutuhan hidup kita sebagai makhluk sosial yang haus pengetahuan dimana-mana, kapan saja kita bisa dengan mudah mendapatkan informasi. Mulai dari media cetak seperti surat kabar, majalah, tabloid dan sebagainya hingga media digital.

Berbicara tentang informasi tentu tidak lepas dari ilmu. llmu adalah kunci dari dunia dan kunci dari Akhirat. Ada sebuah ungkapan “Man aroda dunya fa’alaihi bil ‘ilmi, Man arodal akhiroh fa’alaihi bil ilmi, Wa man aroda huma fa’alaihi bil ‘ilmi”. Apabila diartikan sebagai berikut :
  • Man aroda dunya fa’alaihi bil ‘ilmi : siapa yang menginginkan dunia maka harus dengan ilmu.
  • Man arodal akhiroh fa’alaihi bil ilmi : siapa yg menginginkan akhirat maka harus dengan ilmu.
  • Wa man aroda huma fa’alaihi bil ‘ilmi : dan barang siapa yg ingin keduanya maka harus dengan ilmu.
Kata kata akan aku genggam dunia akhirat dengan ilmu menjadi semakin kokoh dengan adanya sebuah dalil di atas. Dengan memiliki internet kecepatan tinggi, dunia seperti dalam genggaman.
READMORE....!!

Thursday, 22 March 2012

Dibalik Kisah DW - Dhana Widyatmika

Dibalik Kisah DW - Dhana Widyatmika




ardyutomo25.blogspot.com

Ketika ibunya tengah sakit keras dan harus buang hajat di pembaringan, Dhana tidak tega menggunakan pispot karena menurutnya benda itu terlalu keras dan nanti bisa menyakiti tulang ibunya. Sebagai gantinya, ia menengadahkan kedua tangannya dengan beralaskan tisu untuk menampungnya.
***

Ia membuat beberapa orang yang bergaul dengannya merasa iri. Sebagian berkomentar, lelaki muda itu telah dekat dengan pintu surga. Beberapa yang lain berpendapat, sungguh beruntung ia merawat ibunda tercinta dengan kualitas maksimal. Namun, Dhana Widyatmika (33 tahun), putra pertama dari Ibu Sundari (59 tahun) itu hanya berucap, apa yang ia lakukan biasa-biasa saja.

“Saya tidak pernah merasa ini sesuatu yang hebat. Saya hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Ini kewajiban. Saya yakin semua anak juga akan melakukan hal yang sama,” ucapnya.
Ditemui di sela-sela rutinitasnya menjaga dan menemani sang ibu yang dua kali dalam seminggu harus cuci darah, Dhana mengisahkan, selama tiga belas tahun ini, ibu menjadi prioritas utama dalam hidupnya.

Ujian Bertubi-tubi
Semua berawal ketika bulan Februari 1995, Ibu Sundari divonis gagal ginjal. “Ibu batuk-batuk, mual. Saya pikir sakit biasa. Waktu dibawa ke rumah sakit, kadar ureumnya di atas 300, padahal orang normal harus di bawah 40. Artinya racun dalam darah sudah menumpuk. Jadi harus langsung cuci darah. Saat itu, kadar hemoglobin (Hb) Ibu hanya 3,4 sehingga harus transfusi darah, padahal ketika itu bulan puasa, persediaan darah di PMI sangat terbatas sehingga harus mencari donor darahnya,” terang Dhana yang ketika itu masih duduk di tingkat dua sebuah sekolah tinggi di Jakarta.

Sesungguhnya rasa duka kehilangan almarhum ayah dua tahun sebelumnya masih membekas di hati Dhana. Baginya, kepergian ayah menghadap Sang Maha Kuasa bagaikan kiamat kecil. “Saya tidak menyangka. Bapak masih gagah, karir sedang posisi menanjak, dan saya baru masuk kuliah,” kenangnya. Masih segar dalam ingatannya, hari  ketika ayahnya wafat. Dhana tengah sibuk mencari kaos kaki warna-warni di jatinegara sebagai salah satu syarat mengikuti ospek di kampusnya. “Waktu pulang saya lihat orang ramai, ternyata Bapak meninggal. Sangat mendadak. Saya tidak siap, tapi harus siap. Sebenarnya juga tidak tabah. Apalagi dua tahun kemudian Ibu menderita sakit berat. Kalau bicara mental jatuh, ini jatuh yang kedua. Kok belum selesai musibah yang saya alami dua tahun belakangn ini,” tuturnya.

Kepergian ayah menjadikan sulung dari dua bersaudara yang baru saja lepas SMA itu berubah menjadi kepala keluarga. Tak heran jika dialah yang pertama diberitahu dokter tentang keharusan ibunya untuk cuci darah. Sebuah kabar yang tentu tidak mudah didengar. “Awalnya Ibu tidak tahu. Ibu pikir hanya sekali cuci darah, setelah itu sembuh. Dokter panggil saya, katanya ini harus rutin cuci darah. Saya kepala keluarga dan memang harus menanggung semuanya,” kenangnya.

Dhana sendiri, meski sangat sedih mendengar kondisi kesehatan ibunya, namun saat itu ia merasa optimis, penyakit Ibu akan sembuh dan keadaan akan membaik kembali. “Shock, tapi tidak berpikir bahwa ini tidak bisa sembuh. Saat itu saya tidak menyadari. Dokter juga tidak bilang secara gamblang kalau tidak bisa sembuh. Tahun pertama belum merasa bahwa ini akan menjadi rutinitas. Saya anggap nanti akan ada akhir untuk sembuh,” ujarnya.

Keyakinan bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya menyemangati Dhana dan ibunya untuk tak henti-hentinya mencari penyembuhan, baik medis maupun obat alternatif.  Sejak 1995 hingga 2004, boleh dibilang semua pengobatan alternatif yang pernah dilihat di televisi pernah dicoba, namun hingga sekarang, ibunda Dhana tetap harus cuci darah. Di awal mendengar vonis gagal ginjal, Ibu Sundari sempat mengalami masa-masa penolakan dan kesedihan. Penanganan cepat serta perawatan medis yang sangat memadai memang mampu mengembalikan kondisi fisiknya, kecuali ginjal. Namun keharusan cuci darah sangat menguras ketabahannya. Alhasil, di tahun pertama sejak ibunya sakit, Dhana lebih banyak mengerahkan segenap daya dan usaha untuk membantu mengangkat moril Sang Ibu.

“Secara fisik ibu agak bagus, tapi mentalnya down sekali. Setiap habis cuci darah, pulang, balik lagi ke rumah sakit. Lebih karena psikis. Kadang ada rasa tidak enak di badan, sampai di rumah sakit diperiksa dokter tidak ada apa-apa. Obatnya cuma istirahat. Ibu juga sering bertanya, kapan tidak cuci darah lagi,” tuturnya. Selain stress karena sudah berusaha berbagai cara tapi tidak juga sembuh, proses cuci darah juga mengandung bagian yang cukup sakit dan menakutkan. “Ada saatnya Ibu merasa, ngapain hidup bergnatung mesin terus. Kalau besok mau dicuci sudah stress, memikirkan akan ditusuk jarum. Sampai sekarang pun Ibu masih selalu kesakitan waktu ditusuk. Saya sangat sedih melihatnya. Melihat orang yang saya cintai ,menderita, itu menjadi penderitaan juga bagi saya. Tapi saya berusaha bertahan. Kalau saya down, bagaimana dengan Ibu.”

Konsentrasi Merawat Ibunda
Sadar kondisi ibunya sangat labil, Dhana memutuskan konsentrasi sepenuhnya untuk menemani Ibu menjalani berbagai proses pengobatan. Tiap hari, sepulang kuliah, Dhana langsung ke rumah sakit. Menghabiskan malam di lantai di bawah tempat tidur ibunya menjadi bagian pola kehidupan Dhana. Menurutnya, posisi di bawah tempat tidur membuatnya cepat mengetahui kalau ada apa-apa. Pagi-pagi biasanya ia pulang sebentar sekadar berganti baju dan membersihkan badan, lalu kuliah. “Saya punya kos, tapi tidak pernah saya tinggali karena kondisi ibu sangat tidak stabil. Selama kuliah tidak sempat bersosialisasi dengan teman-teman karena waktunya tidak memungkinkan. Saya lebih banyak ke Ibu. Saya hanya meninggalkan Ibu ketika kuliah,” tuturnya.

Pilihan untuk mendahulukan Ibu di atas semua urusan lainnya, secara logika, sebenarnya tidak selalu mudah bagi Dhana, yang kebetulan kuliah di sekolah yang lumayan ketat dalam kedisiplinan (STAN - Sekolah Tinggi Akuntansi Negara). Ketika kondisi ibunya sedang sangat menurun, Dhana memilih tidka kuliah agar bisa menemani ibunya. Keputusan itu, bukan hanya melewatkan kesempatan mendengar materi kuliah langsung dari dosen, tapi juga membuatnya kesulitan mencapai batas absen yang diijinkan.
“Kuliah tidak masuk, saya tidak peduli. Saya lebih baik drop out daripada harus meninggalkan ibu saya. Itu yang saya yakini. Boleh dibilang saya tidak pernah belajar meski saat ujian. Bukan karena sombong, tapi memang tidak sempat. Saya sadar risikonya dan juga siap menanggungnya. Tidak pernah ada konflik batin ketika memutuskan itu. Prioritas saya untuk Ibu. Saya tidak pernah sedikitpun khawatir, bagaimana masa depan saya, bagaiman alau tidak lulus atau drop out. Terserah deh, hidup saya mau dibawa kemana. Saya ikut saja. Saya hanya berpikir bagaimana Ibu bisa nyaman, bisa tertolong dari kondisi ini,” jelasnya.

Dhana bersyukur karena ia sama sekali tidak ragu dan yakin menjalani keputusan mengesampingkan kuliah untuk merawat ibunya. Ia merasa, Allah yang membuat hatinya mantap. Selain itu ia berusaha melaksanakan pesan Ayah agar dia menjadi lelaki yang mampu bertnaggungjawab. Dhana mengenang, ketika ia memijit ayahnya, beliau berpesan, “Jika nanti ada sesuatu yang buruk menimpa keluarga, kaulah yang harus menggantikan tugas Bapak, dan kamu harus siap.”

“Saya pikir itu pembicaraan biasa. Saat Bapak meninggal, saya jadi ingat sekali pesan itu. Ketika Ibu sakit, saya semakin yakin, ini yang dimaksud Bapak. Mungkin pesan itu yang membantu saya untuk prioritas ke Ibu. Hanya Ibu, tidak ada hal lain yang saya pikirkan. Saya tahu, saya juga punya kehidupan sendiri yang harus saya tata, tapi saya yakin, saya tidak salah meninggalkan masa depan dan meilih Ibu. Itu keputusan dan komitmen saya. Biarlah masa depan tidak jelas, yang penting saya puas bisa mengabdikan diri pada orang tua,” ucapnya.

Usaha mencari kesembuhan fisik serta menjaga mental ibunya agar terus semangat menjalani pengobatan dilakukan Dhana tanpa henti. “Saya tidak pernah putus asa. Saya menikmati saja. Bahkan saya banyak belajar dari semua ini. Saya coba resapi. Pelajaran yang palin besar itu kesabaran. Kondisi ini membuat saya harus banyak mengalah, bersabar, dan menerima. Ini pasti ada maksudnya, ada hikmahnya,” ujarnya.

Pertolongan Allah itu Indah
Di tengah berbagai usaha yang menguras tenaga, waktu, dan tentu juga uang, Dhana justru kian merasakan betapa banyak kemudahan tak terduga. “Banyak hal aneh yang saya rasa kayaknya tidak mungkin kalau saya balik lagi, kondisi itu akan terjadi lagi,” kenangnya.

Dhana yang sering bolos kuliah, akhirnya harus menerima risiko tidak diperbolehkan mengikuti ujian oleh dosen yang kebetulan dikenal sangat disiplin dan tidak gemar menerima alasan apapun dari mahasiswa yang sering tidak hadir kuliah. “Saya mengahdap dosen itu, saya belum ngomong apa-apa, dia bilang, ya sudah ikut ujian saja. Banyak pertolongan di luar dugaan. Masalah obat juga. Ibu sangat membutuhkan obat, tapi kebetulan stock habis. Cari kemana-mana tidak ada, padahal ibu sangat membutuhkan dan harus cepat. Saya kirim kabar ke banyak kenalan, tidak lama ada yang memberitahu ada obat. gampang sekali,” tuturnya.

Selain itu, Dhana yang memutuskan tidak peduli masa depan asalkan ibunya bisa mendapatkan perawatan, obat dan segala yang terbaik, akhirnya bukan hanya mampu menyelesaikan sekolahnya hingga Pasca Sarjana, namun juga dalam kondisi yang sangat baik di pekerjaan maupun bisnis keluarga yang dikelolanya. “Saya merasa, ternyata ada yang menjaa saya. Kuliah bisa selesai tepat waktu, usaha membesar, dan banyak hal lainnya. Semua kemudahan itu, saya pikir justru tidak bisa saya dapatkan kalau kondisi saya normal-normal saja. Buat orang lain mungkin biasa saja, tapi bagi saya tidak. Ini Allah yang kasih,” ujarnya. Semua kenyataan itu, ditambah dengan keyakinan pada ajaran agama yang memang memerintahkan agar setiap anak berbakti pada ibunya kian menguatkan Dhana untuk terus memegang komitmennya, mendahulukan kepentingan Ibu di atas semua urusan lainnya, termasuk memberi pengertian istri, kalau ada apa-apa antara Ibu dan istri, maka dia akan mendahulukan ibunya. “Saya sangat bersyukur diberikan pendamping seorang istri yang sangat mengerti dan memahami keadaan saya. Saya juga kadang-kadang bersenang-senang dan pergi ke mall, tapi pikiran terus terkoneksi dengan Ibu. Ketika sedang nonton, Ibu telepeon, saya bilang sedang di luar dan sebentar lagi pulang. Dan saya memang langsung pulang,” ucapnya.

Urusan Dunia pun Dipermudah
Soal bisnis, sudah biasa bagi Dhana untuk menjadwal ulang atau bahkan membatalkan pertemuan apapun, bila bersamaan dengan jadwal cuci darah ibunya. “Saya tidak peduli kehilangan kesempatan. Malah saya pikir itu lebih bagus. Daripada saya paksakan nanti malah kepikiran,” ujarnya.

Lagi-lagi kemudahan tak terduga juga kembali dirasakan Dhana ketika ia menunda sebuah pertemuan yang diprediksi akan mengalirkan keuntungan finansial dalam jumlah lumayan. Penundaan itu membuat rekan bisnisnya merasa heran dan mendesak ingin tahu penyebabnya. Dhana yang sebenarnya tidak gemar menceritakan kondisi keluarga akhirnya menjelaskan kalau hari itu dia harus mengantar ibunya cuci darah. Tak diduga, rekan bisnis itu malah sangat bersimpati dan hal itu mempermudah hubungan bisnis mereka karena dia merasa orang yang pedulidengan ibunya berarti juga orang yang bisa dipercaya.

Keseriusan Dhana menyesuaikan aktifitasnya dengan kondisi Ibu tidak berarti ia tidak smepat kemana-mana. Ke luar kota, bahkan ke lar negeri juga masih dilakukannya meski dengan berbagai persiapan ekstra. Jauh hari sebelum keberangkatan, ia berusaha maksimal agar kondisi Ibu dalam keadaan prima selama hari-hari kepergiaannya. “Kalau kondisi tidak bagus, saya tidak jadi pergi. Saya siapkan kandidat. tante saya datangkan seminggu sebelum berangkat. Saya training dulu. ketika ibu sudah merasa nyaman, baru saya tinggal,” turutnya.

Menampung Berak Ibunda dengan Kedua Tangan
Bagaimana supaya ibunya lebih nyaman, lebih bisa menikmati hidup, dan berkurang rasa sakitnya terus menjadi pusat pemikiran Dhana. Ketika ibunya tengah sakit keras dan harus buang hajat di pembaringan, Dhana tidak tega menggunakan pispot karena menurutnya benda itu terlalu keras dan nanti bisa menyakiti tulang ibunya. Sebagai gantinya, ia menengadahkan kedua tangannya dengan beralaskan tisu untuk menampungnya. “Saya biasa lihat kotoran Ibu. Dari baunya segala macam, saya bisa tahu apa makanan yang dimakannya. Warnanya kalau begini gimana, kalau ada darahnya berarti ambeien ibu sedang sedang kumat. Jadi, sekaligus memantau. Saya bilang ke pembantu, nggak apa-apa kamu jijik, itu memang bukan pekerjaan kamu, biar saya saja,” ujarnya.

Dhana menambahkan, selain agar ibunya nyaman, ia rela melakukan itu karena ia terpikir betapa dulu waktu masih kecil, ibunya juga sering melakukan hal serupa, bahkan mungkin lebih. “Ingatan dulu ibu juga melakukan ini sangat memotivasi saya. Ibu saya, melakukan lebih dibanding yang sekarang saya lakukan. kasih ibu itu luar biasa,” tuturnya.

Demi Kebahagiaan Ibunda
Ia juga mendukung sepenuhnya, dan menyediakan sarana maksimal, ketika Ibunya berniat kuliah di sebuah universitas islam untuk memperdalam agama. Bukan hanya menyediakan mobil dan sopir untuk antar jemput, namun  ia juga kerap menemani ibunya terutama bila kesehatannya sedang menurun, tapi sang ibu tetap ingin kuliah. Ketika kondisinya kian menurun, dan kemudian Ibu yang terbiasa aktif fan enerjik itu tidak bisa berjalan lagi, Dhana menelepon teman-teman kuliah ibunya agar mereka memindahkan kuliah ke rumahnya. Sejak itu, tiap hari Senin, ibu dan teman-temannya mengadakan pengajian di kediaman keluarganya di bilangan Jatiwaringin, Jakarta Timur.

“Ketika akhirnya bisa berjalan, Ibu drop lagi. Saya bilang, Ibu cuma tidak bisa jalan. Tapi yang lain tidak sakit. Tapi memang perlu waktu. Ada tindakan lain juga. Saya lebih intens bersama ibu. Saya pulang cepat. Saya tanya mau makan apa. Kalau ibu ingin sesuatu, secepatnya saya usahakan terpenuhi. Itu akhirnya bisa menaikkan mental lagi,” ujarnya.

Dhana mengakui, boleh dibilang ia over protective terhadap ibundanya. Saking inginnya sang ibu tetap nyaman dalam perjalanan, ia memilih membawa ibunya dengan ambulans untuk pulang pergi cuci darah meski sesungguhnya masih bisa duduk. Lagi-lagi dengan harapan ibunya akan lebih nyaman dan berkurang rasa sakitnya.

Ia sendiri yang menggendong Ibu dari ambulans ke tempat tidur dan sebaliknya. Ia juga dengan teliti menyiapkan sprei dan bantal sendiri untuk ibunya selama berada di ruang cuci darah yang berlangsung sekitar lima jam. Selama wawancara dengan Tarbawi pun, berkali-kali sempat terputus karena Dhana sibuk menggaruk dan mengusap bagian mana pun dari tubuh ibunya yang gatal, yang karena dalam posisi berbaring agak susah dilakukan sendiri oleh Ibu Sundari. Semuanya ia lakukan dengan lembut dan wajah cerah.

Kesyukuran dan Kesabaran
Kini sudah tiga belas tahun Dhana mengarungi hari-hari yang sepenuhnya ia persembahkan untuk Ibunya. Ia mengungkapkan dari seluruh kejadian yang ia alami, satu-satunya yang membuatnya stress dan sedih adalah ketika menyaksikan ibunya kesakitan. “Saya tidak tega melihat ibu sakit. Kalau bisa saya gantikan sakitnya, saya akan gantikan,” ujarnya.

Dhana mengakui, ia selalu meyakinkan dirinya sendiri, bahwa kondisi ibunya tidak menurun, dan karena itu , ia berharap Tuhan belum akan memanggil ibunya. “Secara fisik ya, dulu bisa berjalan sekarang tidak. Saya punya keyakinan, itu hanya masalah tulang saja. Tapi oragn-organnya selain ginjal baik. Saya selalu minta cek keseluruhan sebulan sekali,” ucapnya.

Menghabiskan belasan tahun mengabdi pada Ibu bukan berarti Dhana telah puas membahagiakan perempuan yang melahirkannya itu. Ia merasa masih ada keinginan Ibu yang belum bisa dipenuhinya, yaitu mendapatkan cucu dari Dhana yang telah menikah namun belum dikaruniai momongan. Di mata Dhana, Ibu yang kini kerap digendongnya untuk dipindahkan dari tempat tidur ke tempat tidur yang lain tetap sosok yang luar biasa yang dicintai sekaligus dikaguminya. ia selalu teringat, ketika ayahnya wafat, ibunya begitu tabah, bahkan sempat mencoba berbisnis serta melakukan berbagai hal untuk melindungi masa depan kedua putranya, sebelum akhirnya jatuh sakit.

Selain tegar dan penuh cinta kepada kedua putranya, Dhana juga mengagumi kataatan Ibunya menjalankan ibadah. Meski sambil berbaring, ibunya tidak pernah putus shalat, bahkan mampu membaca Al Quran setiap hari. “Ibu punya energi untuk melakukan ibadah yang saya tidak miliki. Itu yang saya kagumi karena saya belum memiliki ketaatan seperti yang dimiliki Ibu. Itu mempengaruhi saya untuk dekat sama Allah. Saya seperti ini karena doa beliau,” tuturnya.
Dhana yakin, ia menjadi seperti sekarang ini, dimudahkan dalam banyak urusan kerja maupun lainnya, semua berkat da dari ibunya. “Saya merasa doanya itu luar biasa melindungi saya. Ridha Ibu itu nomor satu. Meski dalam kondisi sakit, berkah dari ridha Ibu tidak berubah. Misalnya sama Ibu sedang tidak enak, tegang, saya tidak berangkat ke kantor atau meninggalkan Ibu sebelum masalah clear. Ibu harus tertawa dulu atau tenang. paling tidak sudah bisa memaafkan saya, baru bisa enak berangkat kerja,” tandasnya.

Namun ia mengakui, bertambahnya usia memang ada hal-hal yang dia lakukan untuk melindungi ibunya. Bila dulu semasa kecil atau remaja dia sering menceritakan segala kesulitan pada Ibu, kini dia memilih untuk menyeleksi ketika hendak menceritakan masalahnya. “Kalau saya sednag ada masalah, paling saya bilang, doain ya, Bu. Saya hanya cerita detail untuk hal yang menyenangkan,” turutnya.

Berulangkali Dhana menyatakan rasa syukur karena ketika ibunya jatuh sakit belasan tahun sailam, ia menetapkan prinsip untuk menempatkan Ibu sebagai prioritas dalam hidupnya. “Say bersyukur karena telah mengambil langkah yang tepat. Kalau saya pilih masa depan, masa depan belum tentu dapat dan saya kehilangan sesuatu yang harusnya saya lakukan. Saya bersyukur, sangat bersyukur dengan kondisi seperti ini. Orang lain mungkin bilang kasihan, tapi saya bersyukur,” ujarnya.

Bagi Dhana, berlelah-lelah, dalam suka dan duka merawat Ibu, akhirnya membuahkan banyak pelajaran tentang kehidupan. Kesabaran, penerimaan, semua itu begitu dalam maknanya bagi Dhana. kesabaran pula lah, salah satu pelajaran berharga yang diakuinya turut memperbaiki kualitas dunia batinnya yang membuat nya merasa telah menjalani hidup penuh arti. Perjalanan hidup yang tak sekadar mengikuti proses biologis, namun juga menjadi perjalanan menuju pemahaman hakikat hidup dan juga hakikat mati.

disalin dari Majalah Tarbawi Edisi 164 Th.8/Ramadhan 1428 H/21 September 2007 M

Baca juga >> 
[1] Teknologi Bertenaga Air 
[2] Kalimat Bijak dari Seorang Albert Einsten 
[3] Cara melihat nomor hp yang pulsanya habis
READMORE....!!

Tuesday, 24 January 2012

KONSEP KENDARAAN RODA TIGA

KONSEP KENDARAAN RODA TIGA



Ini adalah konsep kendaraan roda tiga. Kalau di nilai dari bentuk dan mode, kendaraan - kendaraan ini sungguh sangat keren. Di samping bentuk yang unik, kendaraan ini juga menghemat ban.
ardyutomo25.blogspot.com

ardyutomo25.blogspot.com
ardyutomo25.blogspot.com
ardyutomo25.blogspot.com

ardyutomo25.blogspot.com
ardyutomo25.blogspot.com

ardyutomo25.blogspot.com
ardyutomo25.blogspot.com
ardyutomo25.blogspot.com
ardyutomo25.blogspot.com
ardyutomo25.blogspot.com

ardyutomo25.blogspot.com
demikian lah konsep kendaraan roda tiga. dari kami. bila ada konsep kendaraan roda tiga lainnya akan segera kami posting. Terimakasih

Baca juga >>
[1] Teknologi Bertenaga Air
[2] Tragedi Tsunami, Bencana atau Rekayasa?
[3] Kalimat Bijak dari seorang Albert Einsten











READMORE....!!

Friday, 16 December 2011

TRAGEDI TSUNAMI ACEH, BENCANA ATAU REKAYASA ?

TRAGEDI TSUNAMI ACEH, BENCANA ATAU REKAYASA ?


Tragedi tsunami aceh telah 5 tahun berlalu, bencana alam terbesar ini telah menewaskan ratusan ribu jiwa, jutaan rumah rata dengan tanah, bumi Aceh seperti ladang yang hanya berisi sampah reruntuhan dan mayat yang berserakan. Gulungan ombak itu seolah melenyapkan kehidupan di sana. Seluruh dunia turut berduka dalam tragedi tersebut.

Sebagian besar orang menganggap musibah ini adalah bencana alam. Sebabnya adalah lempeng bumi di belahan Sumatra mengalami pergeseran dan menimbulkan patahan sehingga terjadilah gelombang tsunami yang diawali dengan gempa bumi yang berkekuatan 6,87 skala richter menurut catatan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG). Berbeda dengan catatan yang diberikan oleh NOAA Amerika yang mencatat bahwa kekuatan gempa mula-mula sebesar 8.0 SR kemudian dirubah menjadi 8.5 SR lalu 8.9 SR sampai akhirnya NOAA menetapkan bahwa kekuatan gempa yang menimpa Aceh saat terjadinya tsunami adalah sebesar 9.0 SR.

Perbedaan mengenai kekuatan gempa ini bagi sebagian kecil orang menjadi sebuah kecurigaan. Mereka menganggap ada skenario dibalik tsunami yang melanda Serambi Mekah tersebut. Seorang dosen Fakultas Tekhnik Unisba, M.Dzikron A.M termasuk ke dalam sebagian kecil orang yang mencurigai musibah yang melanda Aceh. Tak lain musibah itu adalah skenario dari negara adidaya, Amerika Serikat.

ardyutomo25.blogspot.com

Selain adanya perbedaan mengenai catatan kekuatan gempa, faktor lain yang menguatkan bahwa tsunami Aceh merupakan tsunami buatan adalah perbedaan mengenai letak epicentrum (pusat gempa pada permukaan bumi). Australia merekam magnitudo dan posisi epicentrum sesuai dengan yang ditentukan oleh kantor Geofisika Jakarta yaitu gempa berukuran 6,4 pada skala Richter menimpa utara pulau Sumatra. Titik gempa berada di 155 mil selatan-tenggara provinsi Aceh. Lokasi ini berbeda 250 mil dari posisi yang ditentukan oleh NOAA Amerika, yang menyatakan bahwa epicentrum berada di barat daya Aceh.

Selain itu Indonesia dan India juga merasakan keanehan akan tidak adanya gempa ‘peringatan’ pada seismograf mereka. Hal ini berarti bahwa gelombang kejut normal yang selalu mendahului gempa tidak ada. NOAA menyatakan menerima ‘peringatan’ mengenai adanya gempa susulan, tetapi sama sekali tidak terjadi. Secara sederhana, gempa selalu dipicu oleh frekuensi elektromagnetik pada 0,5 atau 12 Hertz, dan bukan merupakan proses yang terjadi mendadak.

Maka ketika resonansi karena frekuensi ini terjadi, pusat gempa akan mulai bergetar, dan mengirimkan peringatan adanya gempa kepada semua seismograf dalam bentuk gelombang transversal (tegak). Jika gelombang yang diterima oleh seismograf adalah gelombang P, maka yang dihadapi adalah gelombang akibat gempa bawah tanah atau bawah laut. Nyatanya gelombang inilah yang diterima oleh Indonesia dan India. Gelombang ini secara mengejutkan sangat mirip dengan gelombang yang dihasilkan beberapa tahun lalu oleh senjata nuklir skala besar di bawah tanah di Nevada.

Menyadari keanehan yang terjadi, pada tanggal 27 Desember India menolak untuk bergabung dalam rencana ekslusif Bush yang akan menarik semua kekuatan Nuklir Asia dari koalisi baru dengan Rusia, Cina, dan Brazil.

Selain itu juga keanehan yang dapat kita saksikan secara langsung dengan mata kepala adalah mayat-mayat korban tsunami tersebut mati dengan keadaan yang gosong. Mungkinkah gelombang air laut dapat membuat tubuh manusia menjadi gosong, rasanya sungguh tak masuk akal.

Satu hal yang sangat penting untuk kita ketahui bahwa sesungguhnya gelombang tsunami hanya merupakan gelombang pelabuhan sesuai dengan namanya yang berasal dari Jepang yaitu Tsu yang berarti pelabuhan dan nami yang berarti gelombang. Jadi sedahsyat-dahsyatnya gelombang tsunami hanya akan melanda daerah sekitar pelabuhan. Tidak mungkin gelombang tersebut sampai masuk ke daerah perkotaan seperti yang terjadi di Aceh.

Tentunya kita bertanya dengan alat secanggih apa yang bisa membuat bencana sedahsyat tsunami yang melanda Serambi Mekah kita tersebut. Hanya ada satu jawaban yang mungkin, yaitu dengan menggunakan bom nuklir. Bom yang pernah meluluhlantakkan Hirosima dan Nagasaki. Termonuklir itu tak lain adalah nuklir yang dapat mengakibatkan ledakan dan menimbulkan gelombang yang maha dahsyat di Aceh. Dapat dipastikan bahwa dalang dari semua ini adalah negara adidaya, Amerika Serikat.

3 bulan pasca tsunami Aceh dikepung oleh kapal induk milik Amerika dengan tujuan agar para peneliti tidak mendekati Aceh dan mereka bisa membersihkan puing-puing sisa bom nuklir tersebut. Akan tetapi 2 bulan pasca tsunami yang melanda Aceh ditemukan sampah nukir berserakan di Somalia, seperti yang diungkapkan oleh UNEP.

Tapi VOA Amerika mengklaim bahwa itu adalah sampah nuklir dari Eropa. Padahal pada tahun 1972 PBB telah mengeluarkan peraturan untuk tidak membuang sampah nuklir ke laut.

Dzikron mengungkapkan pendapatnya mengenai adanya tsunami buatan ini dikarenakan oleh beberapa faktor. Yang menjadi faktor utamanya adalah berkaitan dengan motif ekonomi. Aceh merupakan daerah yang menyimpan kandungan gas yang sangat banyak. Terbukti setelah tsunami perusahaan gas yang terdapat di Aceh dikuasai oleh Amerika. Selain kaya akan kandungan gas, Aceh juga menyimpan cadangan emas. Kawasan ini memang terkenal sangat kaya dengan sumber kekayaan alam. AS, melalui ExxonMobil, tentunya ingin mempertahankan dan memperluas kekuasaannya.Salah satu jalan yang ditempuh dengan melenyapkan warga Aceh, yang selama ini dianggap mengancam keberadaan perusahaan minyak itu. Aceh terus mengajukan tuntutan agar diberi hak yang lebih besar terkait kekayaan alamnya.Tujuan lainnya, AS ingin mendapatkan ladang minyak baru dengan memunculkan “gempa buatan”.

Demikian kompleksnya tanda-tanda yang muncul sehingga kita sulit untuk membedakan tsunami yang terjadi di Aceh adalah tsunami yang disebabkan oleha alam ataukah sebuah bencana yan memang diciptakan oleh tangan-tangan yang mempunyai kepentingan khusus. Tapi mari kita sejenak mengingat janji Allah dalam Alquran Surat Ar-Rum ayat 41, bahwa Allah telah berfirman “telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah mengehendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. Sudah sangat jelas bahwa semua kerusakan yang terjadi di alam ini adalah ulah-ulah tangan manusia yang tidak mensyukuri rahmat Sang Pencipta. Allah telah mengatur sedemikian rupa perputaran bumi dan segala apa yang yang ada di dalamnya. Tak ada satu orang pun yang bisa mengubah kehendak Sang Penguasa. Dari mulai angin yang bergerak menuju langit yang kemudian menjadi awan dan awan berubah menjadi hujan, sungguh semua telah diatur dalam Alquran. Allah tidak akan mengingkari janjinya. Dengan begitu jelas semua kerusakan alam ini karena manusia sendiri dan kemungkinan besar bencana tsunami juga adalah rekayasa tangan manusia.

Banyak orang tak percaya tsunami yang meluluhlantakan Aceh dan Sumatra Utara itu akibat rekayasa negara adidaya. Mereka tidak percaya Amerika Serikat mampu merekayasa bencana alam sedahsyat itu. Ada juga yang skeptis penggunaan energi nuklir pasti menimbulkan efek lain, yaitu radiasi yang membawa banyak efek negatif bagi lingkungan maupun manusia di lokasi bencana. Siapa yang kenal nuklir dan efeknya sebelum hiroshima dan nagasaki? Maka teori tsunami akibat nuklir pun dapat disikapi secara sama. Secara teoritis, Warhead Thermonuklir W-53 Amerika dengan kekuatan 9 megaton (hiroshima & nagasaki 1000 ton) dapat dengan mudah ditempatkan dalam wadah yang mirip diving chamber (alat selam dalam) yang biasa yang digunakan dalam eksploitasi minyak. Wadah ini sekaligus melindunginya dari tekanan sebesar 10.000pon per inchi persegi di dasar palung laut dalam. Bobot total berikut wadahnya kurang dari lima ton, sehingga dapat dijatuhkan dari buritan kapal suplai anjungan pengeborang minyak lepas pantai.

Di Asia terdapat lebih dari 300 anjungan. Siapa yang tahu jika salah satu dari anjungan itu dipilih menjadi tempat titik episentrum gempa? Kedua, yang lebih masuk akal, senjata yang digunakan bukan nuklir melinkan senjata SCALAR. Teknologi senjata baru ini memang berpotensi memanipulasi fenomena alam untuk menghancurkan musuh. Dari gempa bumi hingga angin topan dapat ditimbulkan dengan tembakan gelombang elektromagnetik berkekuatan sangat tinggi. Lebih logis jika senjata SCALAR yang digunakan untuk menimbulkan gempa besar yang memicu tsunami Asia. Orang yang mencermati rentetan bencana alam di Asia dan Indonesia akan menjumpai pola yang unik. Mengapa gempa yang menjadi lokasi gempa beberapa daerah yang secara sosial politik bergejolak? Perlu diingat, didaerah tersebut pasti ada perusahaan besar milik Amerika Serikat yang mengeksploitasi kekayaan alam. Nabire terletak di papua, daerah yang menjadi basis gerakan separatis OPM sekaligus daerah operasi Freeport. Aceh jelas basis gerakan separatis GAM dan daerah operasi Mobil Oil dan Caltex.

Menggunakan operasi pisau analisis teori konspirasi, tidak ada peristiwa yang terjadi kebetulan.  Mengapa “kebetulan” kapal induk USS Abraham Lincoln berada di perairan Hongkong dan segera saja menuju Aceh? Mengapa “kebetulan” pula pelabuhan milik Mobil Oil di Arun bisa dilabuhi kapal induk?
Terlampau banyak ”kebetulan” yang muncul dalam rangkaian bencana alam di Indonesia.

Tapi yang jelas,skenario menggunakan senjata yang mampu melakukan modifikasi lingkungan dan manipulasi fenomena alam, memang sangat canggih. Dengan menggunakan SCALAR, taktik “lempar batu sembunyi tangan” dapat diubah lebih efektif menjadi “lempar batu, datang dan jadi tuan”.

Teknologi perusak berbasis gelombang elektromagnetik pertama kali dikenalkan saintis Rusia Nikola Tesla (bagi yang pernah maen game C&C Red Alert 2 pasti tidak asing dengan nama “Tesla”). Saintis ini menjadikan bencana gempa di berbagai negara pada 1937 sebagai sampel penelitian. Selanjutnya, Tesla melakukan penelitian mengenai penciptaan alat yang mampu memunculkan gelombang frekuensi tinggi yang bisa memicu badai dan gempa tektonik. Setelah melalui berbagai penyempurnaan, alat itu mampu mengalahkan kekuatan Nuklir. Belakangan senjata pemusnah massal itu dikenal sebagai elektromangnetik SCALAR.

Dalam bukunya “The Latest Weapon of War” (2000), Dr Rosalie Bertell, menyatakan bumi bisa digunakan sebagai alat baru untuk memenangkan “peperangan”. Bumi bisa digoncangkan dengan alat berteknologi tinggi. Secara tegas Bertell berkata, dalam persenjataan tentara AS senjata terkininya adalah bumi dan cuaca. “keduanya akan menjadi senjata pemusnah terburuk menjelang 2025” katanya. Senjata elektromagnetik bisa memunculkan ledakan yang seperti halnya gempa bumi. Tentu saja kekuatan ini jauh melebihi kedashyatan senjata nuklir yang dikenal sebagai senjata pemusnahan massal.

Menurut Bertell, As sudah melakukan uji coba sejak puluhan tahun lalu. Negeri Paman Sam pernah menggunakan gelombang elektromagnetik dan bahan kimia untuk melubangi ozon atmosfir di ruang udara beberapa negara asia. Ketika itu AS menggunakan Barium dan Lithium yang “dikirim” ke lapisan ozon dengan bantuan gelombang elektromagnetik. Tak heran jika antara periode 1980 hingga 1990, dilangit Amerika utara sering muncul cahaya berpendar.

Uji coba itu menyebabkan gangguan luar biasa pada cuaca di seluruh dunia. “antara 1960-an hingga 1990-an, kadar bencana alam yang besar meningkat 10 kali lipat,” Kata Bertell. Fenomena El Nino antara 1997 hingga 1998 yang disebut-sebut banyak ahli sebagai penyebab kekacauan cuaca diseluruh dunia, sejatinya, didahului gangguan besar dan ketidakstabilan iklim di satu tahun sebelumnya. Pada 1996, terjadi banjir besar di Asia Selatan, Nepal, India dan Bangladesh. Demikian juga di Cina. Bencana terbesar terjadi di Kanada. Negara itu dihajar badai Tornado dan banjir.

Teori Bertell didukung Michel Chossudovsky yang berprofesi sebagai analis persenjataan global. Bahkan secara terang-terangan Chossudovsky menuduh Pentagon sudah lama berkecimpung dalam memanipulasi cuaca. April 1997, menurut Menhan William Cohen, As terpaksa menghadapi serangan senjata perubah cuaca dengan senjata sejenis. Demikian juga dengan penggunaan gelombang elektromagnetik pemicu gempa. “ Washington kini menerapkan orde baru persenjataanya yang mempunyai kemampuan untuk merubah cuaca.” Kata Chossudovsky. Ini sekaligus menjadi jawaban mengapa presiden George Bush tidak mau menandatangani protokol Kyoto. Sebuah perjanjian antar bangsa mengenai kaidah pencegahan pemanasan global dan pemulihan alam.

Salah seorang pakar dari Phillips Geophysis yang bekerja dalam proyek HAARP (High Altitude Atmospheric Research Project) juga pernah mengungkapkan adanya riset yang diarahkan untuk menciptakan perangkat-perangkat pemicu bencana alam.  Untuk mendukung kemampuan SCALAR-nya, AS menggunakan gelombang elektromagnetik berfrekuensi sangat rendah (Extremely Low Frequency atau ELF ) yang mampu menembus lapisan tanah dan lautan hingga ratusan kilometer di dalam perut bumi. Melalui modifikasi khusus, Gelombang itu mampu menggerakan lempeng tektonik bumi. Menurut Dr Rosalie Bertell, seorang pengamat persenjataan non konvesional, gempa bumi yang ditimbulkan oleh ELF akan terkait dengan ionosfir (atmosfir yang berjarak 80-600 km dari permukaan bumi). Tak heran jika gempa bumi Tang Shan di China pada 28 Juli 1976, terjadi setelah muncul kilatan cahaya di langit China. Fenomena itu muncul akibat gelombang ELF, yang telah ditembakkan Amerika Serikat, telah memanaskan ionosfir.

Munculnya kilatan cahaya juga terjadi pada gempa Aceh, Nias, Jogja, dan Pangandaran. Hal yang sama juga muncul pada 17 Oktober 1989, ketika gempa besar melanda San Francisco. Demikian juga gempa di California tanggal 12 September 1989. Harian Washington Times pada Maret 1992 meliris berita mengenai tertangkapnya gelombang radio misterius oleh sejumlah satelit dan radar menjelang terjadi gempa besar di beberapa negara antara tahun 1986-1989. Gempa-gempa itu terjadi di California, Amerika, dan Jepang.Gempa bumi yang menggoyang Los Angeles pada 17 Januari 1994 juga didahului dengan gelombang radio dan dua letusan hipersonik.

Menyikapi fenomena kilatan cahaya yang selalu mendahului terjadinya gempa, pada tahun 1997 Pentagon mengeluarkan sinyalemen, telah terjadi ancaman bagi keamanan dunia menggunakan senjata pemanipulasi cuaca, pencetus gempa bumi dan peletusan gunung api dari jarak jauh dengan menggunakan gelombang elektromagnetik. Sebelumnya, pada pertengahan Juli 1996, sejumlah negara diguncang gempa. Yakni wilayah pegunungan Alpens Prancis, Austria, selatan Italia, timur laut India, Jepang, Indonesia, semenanjung Kamchatka dan selatan Mexico. Bahkan di New Zealand sebuah gunung berapi meletus.

Menurut sebuah sumber, AS pernah menghantam Korea Utara dan Kuba dengan senjata pengacau cuaca. Tujuannya, kemusnahan ekonomi, ekosistem serta pertanian. Upaya ini berhasil. Korea Utara dan Kuba pernah mengalami krisis akibat kacaunya cuaca.

Bagaimana yang terjadi terhadap Indonesia? Situs Conspiracy News, menurunkan satu liris yang mengejutkan terkait bencana Aceh. Di situs itu disebutkan, bencana Aceh terjadi setelah sembilan hari George Bush mengeluarkan instruksi AS harus menguasai seluruh lautan dunia, untuk tujuan keselamatan dan pembangunan Aceh. Sebuah fakta disodorkan. Sebelum gempa menggoyang Aceh, Australia dan pangkalan AS di Diego Garcia sudah mendapat informasi soal akan terjadinya gempa dan tsunami. walhasil, ketika tsunami menyapu, pangkalan militer tempat bersandarnya super tanker KC-135 itu sama sekali tidak terusik. Padahal jelas-jelas pangkalan yang dihuni dua ribu lebih personil militer itu berada di Samudera Hindia. Diego Garcia (pulau yang disewa AS dari pemerintah Inggris) yang jaraknya tidak jauh dari pusat gempa bumi dilaporkan hanya mengalami gelombang ombak setinggi 6 kaki.

Berkaitan dengan perbuatan Amerika tersebut Allah juga telah berkata dalam Alquran bahwa “Dan apabila dikatakan kepada mereka,”janganlah berbuat kerusakan di bumi!” mereka menjawab, “sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan. Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari”. (QS Al-Baqarah 11-12).

Bila kita melihat lebih jauh bahwa daerah yang menjadi sasaran tsunami 26 Desember lalu, adalah daerah yang mayoritas muslim. Memang telah tertulis di dalam Alquran bahwa Islam adalah musuh terbesar kaum Yahudi, ini juga tertuang dalam QS Al-Baqarah: 217, “mereka bertanya kepadamu (Muhammad)tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, “berperang dalam bulan haram itu adalah (dosa) besar. Tetapi menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) masjidil haram, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar dosanya dalam pandangan Allah. Sedangkan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu,jika mereka sanggup. Barang siapa murtad diantara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”.

Maka tak salah jika orang-orang Yahudi mencoba dengan segala cara untuk menjatuhkan muslim dan menghancurkan kaum muslim. Oleh karena itu AS berusaha keras untuk memusnahkan muslim dengan berbagai cara. Orang-orang Yahudi berada di balik kekuatan AS. Seperti yang terlansir dalam media massa Israel.

Dunia tidak akan mengetahui Perdana Menteri Israel Ehud Olmert membanggakan diri telah membuat Presiden Amerika George W. Bush seperti anak kecil dengan memerintahkannya membatalkan rencana dukungan Amerika atas Resolusi PBB yang memerintahkan penghentian serangan Israel atas Gaza, jika saja media-media massa Israel tidak memberitakannya. Dunia juga tidak akan pernah mengetahui Perdana Menteri Israel Ariel Sharon mengatakan: “Kita, orang Yahudi menguasai Amerika. Orang-orang Amerika tahu itu!”, jika saja media massa Israel tidak memberitakannya.

Media massa itu mencoba membongkar kebusukan dari orang-orang Yahudi sendiri, salah satunya dengan karikatur kartun. Kartun tersebut terdiri dari 12 gambar sekuel yang menceritakan tentang tiga orang Yahudi yang tengah berlibur di sebuah pulau terpencil. Ketiga orang Yahudi tersebut masing-masing adalah seorang rabbi alias pemuka agama Yahudi, seorang pemuka masyarakat dan seorang pengusaha. Si pengusaha digambarkan terus bercumbu dengan seorang wanita penghibur sambil berbincang-bincang dengan teman-temannya. Berikut gambar kartun tersebut dan penjelasan mengenai gambarnya.

sumber : http://27victory.wordpress.com/2009/04/20/tsunami-bencana-atau-rekayasa/

READMORE....!!

Monday, 12 December 2011

Peserta SNMPTN Termuda 2011

Peserta SNMPTN Termuda 2011

ardyutomo25.blogspot.com
Jika Anda ingin tahu siapa sih Peserta SNMPTN Termuda 2011? Dialah Aditya Dharma Putra yang lahir di Bekasi, 4 September 1996, menjadi mahasiswa termuda program teknik industri Unviersitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Dia bersama 10.248 teman-temanya dari seluruh Indonesia, mulai menjalani sebagai mahasiswa dengan mengikuti orientasi kampus sejak Kamis (8/9). Dia mengaku usianya 14 tahun 11 bulan 27 hari saat UGM mengumumkan dirinya diterima sebagai calon mahasiswa baru. "Teman-teman yang baru kenal saat pendaftaran ulang, umumnya tidak percaya jika saya baru usia 14 tahun," ujar dia di sela-sela mengikuti orientasi kampus di halaman Grha Sabha Pramana (GSP) UGM.

Menurut dia UGM bukan perguruan tinggi yang diinginkan. Universitas Indonesia (UI) menjadi pilihan utamanya dengan pertimbangan dekat dengan rumah. Tetapi, gurunya menyarankan supaya dia ikut tes di UGM melalui jalur SNMPTN undangan dan diterima di fakultas teknik, bukan fakultas ekonomi sebagaimana yang diinginkan. Walaupun bukan fakultas favoritnya, Aditya mengaku akan serius kuliah di bidang teknik dan menargetkan lulus dalam waktu 3,5 tahun. "Jika lulus bagus, saya ingin pergi ke Amerika, cari kerja di sana untuk mengangkat harkat orangtua dan adik saya," ujar dia.

Pria berkacamata minus tersebut mengaku menempuh program akselerasi sejak sejak SD dan SMP Alazhar serta SMA 1 Bekasi. Karena itu, dia mendapat "diskon" tiga tahun selama sekolah di tiga tingkatan tersebut. Menurut dia kelas akselerasi dijalani dengan normal saja, belajar semampunya. "Saya jarang belajar. Kalau mau ulangan atau ujian, saya baru serius belajar." Dalam kesehariannya, kata dia, bermain usai sekolah sebagaimana biasa teman-teman lain di kampung atau di sekolahnya. "Pikiran saya, program akselerasi kan supaya saya lebih cepat sekolah saja, tidak ada motivasi lain," ujar penggemar fiksi ilmiah.

Selama di SMA, dia mengaku mengambil jurusan IPA, tetapi dalam benaknya terbersit ingin menjadi ekonom. Karena itu, cita-citanya masuk kelas ekonomi di UI. Ketika diterima di teknik industri, dia sempat berpikir serius apa mau dijalani atau ditolak. Orangtuanya membujuk agar diterima saja karena teknik industri terdapat muatan kuliah ekonomi. "Kata orang tua saya di jurusan teknik industri ada muatan pelajaran ekonominya. Ya saya akhirnya memutuskan untuk mengambil pilihan di jurusan itu,” kata dia.

demikian postingan tentang Peserta SNMPTN Termuda 2011. Peserta SNMPTN Termuda 2011 ^^

Baca juga >>
[1] Kalimat Bijak dari seorang Einsten
[2] Konsep kendaraan roda tiga
[3] Lupa nomor Hp ??
[4] Teknologi bertenaga air


READMORE....!!

TEKNOLOGI BERTENAGA AIR

TEKNOLOGI BERTENAGA AIR


Berikut ini adalah teknologi bertenaga air yang ada saat ini :


ardyutomo25.blogspot.com
anda tidak perlu menggunakan listrik atau baterai untuk membuat jam ini menyala. Teknologi bertenaga air ini dapat menyala cukup dengan menambahkan air putih dan jus lemon, lalu, jam akan berjalan selama 8-12 minggu. Bedol Eco-Friendly Clock ini benar-benar bebas polusi, tidak pernah meminta pasokan listrik, harganya sekitar $ 16,00 / -+ 160 ribu rupiah.
ardyutomo25.blogspot.com
Meskipun, kalkulator sudah jarang di gunakan, tapi beberapa orang masih menggunakannya. kalkulator ini bisa menyala menggunakan air (atau cairan elektrolit). Dengan hanya mengisi air ke dalamnya, maka sel bahan bakar yang terdapat dalam teknologi bertenaga air ini akan berjalan selama sekitar sebulan. setelah habis, Anda cukup mengisi ulangnya dengan air lagi. harganya sekitar $ 20 / -+200ribu rupiah. ini pilihan bagus jika Anda ingin berhenti menggunakan baterai
ardyutomo25.blogspot.com
Anda memiliki pilihan lain untuk sebuah kalkulator bertenaga air! Teknologi bertenaga air yang satu ini memiliki desain minimalis dan berjalan dengan tiga baterai bertenaga air isi ulang. kalkulator ini bisa aktif selama 2-3 bulan, harganya sekitar $ 11 / 110ribu rupiah
ardyutomo25.blogspot.com
baterai ini akan menghasilkan energi dengan menggunakan air seni! meskipun Teknologi bertenaga air ini terdengar gila, tetapi dapat bekerja dengan baik. Gambar menunjukkan air seni sedang ditransfer ke baterai melalui pipet. caranya adalah, Anda buang air kecil, lalu gunakan pipet untuk mendapatkan sedikit air seni anda, dan kemudian Anda melakukan seperti apa yang terlihat dalam gambar. campuran magnesium dan karbon di dalam baterai bereaksi dengan air seni, dan dapat mengasilkan kekuatan sampai 500 mAh.
ardyutomo25.blogspot.com
Raksasa telekomunikasi Jepang, NTT sebelumnya sudah meluncurkan sepatu yang menghasilkan energi listrik saat berjalan. Sepatu gila ini memiliki turbin kecil dan dengan bantuan air akan menghasilkan 1,2 watt listrik.
ardyutomo25.blogspot.com
Diproduksi oleh Horizon. ini adalah generator hidrogen pribadi. bekerja dengan cara mengekstrak hidrogen dari air dengan menggunakan elektrolisis, dan menyimpannya dalam sebuah cartridge Hydrostick hidrogen padat. 10 liter air akan menghasilkan 60W daya DC setiap jamnya. setelah semua daya di kumpulkan di dalam Cartridge, maka, daya tersebut dapat digunakan untuk mengisi gadget Anda. Sistem yang terdapat pada Teknologi bertenaga air ini benar-benar bersih, dengan reaksi kimia yang hanya menghasilkan uap air dan tidak ada polusi udara.
ardyutomo25.blogspot.com
Dirancang oleh Brendan Woolsey, seorang mahasiswa Desain Industri di University of Western Sydney, Mobil Konsep 2025 ini akan didukung oleh tangki penuh air yang dipecah menjadi hidrogen dan oksigen. Hidrogen digunakan sebagai bahan bakar untuk mobil, yang mengarah ke nol emisi.
ardyutomo25.blogspot.com
Genepax, pengembang sebuah mobil bahan bakar air, membuat sebuah prototype mobil yang melaju dengan kecepatan sekitar 80km selama sekitar satu jam hanya dengan satu liter air menggunakan elektron hidrogen dari air untuk menghasilkan listrik, sementara mesin memiliki on-board oksigen generator yang digerakkan mesin pembakaran internal.
ardyutomo25.blogspot.com
MS Watersports GmbH dari Jerman telah menciptakan mesin terbang pribadi yang inovatif dengan mesin kuat yang mencapai 250 HP / 250 tenaga kuda yang menggerakkan dua jet stream air untuk mencapai penerbangan yang stabil dan terkendali. jetpack bertenaga air ini dapat menahan berat 40-150 kg berat badan, untuk mencapai ketinggian hingga 10m, dengan kecepatan puncak 47 km / jam dan memiliki durasi jelajah 1 - 2 jam. tapi, jetpack ini memerlukan alat tambahan untuk bisa di operasikan, yaitu selang berukuran 25cm, dan alat berbentuk seperti perahu kecil untuk menyedot air laut / air danau di tempat di mana kita mengoperasikannya.
sumber : kaskus
 
baca juga >>
[1] Keistimewaan Wanita menurut islam
[2] Konsep kendaraan roda tiga
[3] Peserta SNMPTN termuda 2011
[4] lupa nomor hp ??

 
READMORE....!!
Selengkapnya >> TEKNOLOGI BERTENAGA AIR

Thursday, 8 December 2011

Keistimewaan Wanita Menurut Islam

Keistimewaan Wanita Menurut Islam


Berikut ini merupakan keistimewaan wanita menurut Islam, menunjukkan betapa Islam begitu menghormati dan menghargai para wanita yang sholehah. Berbahagialah engkau wahai bidadari penghuni syurga...... !
ardyutomo25.blogspot.com

ღ Wanita yang shalehah (baik) itu lebih baik daripada 70 orang pria yang shaleh.

ღ Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang sentiasa menangis karena takutkan kepada Allah S.W.T. dan orang yang takutkan Allah S.W.T. akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

ღ Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah.

ღ Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak pria. Maka barang siapa yang menggembirakan anak perempuan seolah- olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail A.S.

ღ Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal dalam satu syurga bersama aku (Rasulullah S.A.W.).

ღ Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah syurga.

ღ Daripada Aisyah r.a. “Barang siapa yang diuji dengan seSuatu daripada anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.

ღ Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.

ღ Apabila memanggil akan engkau dua orang ibu bapakmu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.

ღ Wanita yang taat berbakti kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

ღ Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung-burung di udara, malaikat-malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya serta menjaga sembahyang dan puasanya.

ღ Aisyah r.a. berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah S.A.W., siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab baginda, “Suaminya.” “Siapa pula berhak terhadap pria?” tanya Aisyah kembali, Jawab Rasulullah S.A.W. “Ibunya.”

ღ Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana saja yang dia kehendaki.

ღ Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah S.W.T. memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).

ღ Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah S.W.T. mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

ღ Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah S.W.T. mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah S.W.T.

ღ Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

ღ Apabila telah lahir (anak) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.

ღ Apabila semalaman (ibu) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah S.W.T. memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah S.W.T.

ღ Seorang wanita shalehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.

ღ Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk dari pada 1,000 pria yang jahat.

ღ Raka'at shalat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat shalat wanita yang tidak hamil.

ღ Wanita yang memberi minum air susu ibu (asi) kepada anaknya daripada badannya (susu badannya sendiri) akan dapat satu pahala dari pada tiap-tiap titik susu yang diberikannya.

ღ Wanita yang melayani dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad.

ღ Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat isterinya dengan kasih sayang akan dipandang Allah dengan penuh rahmat.

ღ Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumah tangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakut.

ღ Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari karena menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.

ღ Wanita yang memerah susu binatang dengan “bismillah” akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.

ღ Wanita yang menguli tepung gandum dengan “bismillah”, Allah akan berkatkan rezekinya.

ღ Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di baitullah.

ღ Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.

ღ Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.

ღ Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun shalat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengaruniakan satu pahala haji.

ღ Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.

ღ Jika wanita melayani suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun shalat.

ღ Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempo (2½ thn), maka malaikat-malaikat dilangit akan khabarkan berita bahwa syurga wajib baginya. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun shalat dan puasa.

ღ Jika wanita memijit/mijat suami tanpa disuruh akan mendapat pahala seperti 7 peti emas dan jika wanita memijit suami bila disuruh akan mendapat pahala seperti 7 peti perak.

ღ Wanita yang meninggal dunia dengan keridhoan suaminya akan memasuki syurga.

ღ Jika suami mengajarkan isterinya suatu hal, maka suami akan mendapat pahala 80 tahun ibadah.

ღ Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat, tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang menjaga auratnya, yaitu yang selalu menutup aurat di dunia ini dengan istiqamah.

Sekian artikel mengenai  Keistimewaan Wanita Menurut Islam. Tunggu artikel Keistimewaan Wanita Menurut Islam lainnya yah ^^

baca juga >>
[1] lupa nomor hp ??
[2] Kalimat Bijak dari seorang albert einsten
[3] konsep kendaraan roda tiga
[4] teknologi bertenaga air


READMORE....!!
◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2011 the colours of life is proudly powered by blogger.com | Design by BLog Bamz Published by Template Blogger